Strategi Manajemen Dalam Implementasi Rekam Medis Elektronik Di Upt Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Nunukan
DOI:
https://doi.org/10.58191/jomel.v6i1.489Kata Kunci:
Rekam Medis Elektronik (RME), Manajemen Strategis, Implementasi, Laboratorium Kesehatan, Fasilitas Kesehatan Daerah, Hambatan Implementasi, Kesehatan DigitalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi manajemen yang diterapkan oleh UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Nunukan dalam perencanaan, implementasi, dan pengelolaan Rekam Medis Elektronik (RME). Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan-hambatan utama yang dihadapi dalam implementasi RME dari perspektif manajemen strategis, serta mendeskripsikan strategi yang digunakan manajemen untuk mengelola atau mengatasi hambatan tersebut, yang kemudian akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis untuk optimalisasi implementasi RME. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai strategi manajemen dan hambatan yang dihadapi dalam implementasi RME di UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Nunukan, dengan mempertimbangkan konteks geografis dan keterbatasan sumber daya yang unik di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Nunukan menerapkan strategi manajemen yang adaptif, partisipatif, dan kontekstual untuk mengatasi berbagai hambatan. Kendala utama yang dihadapi meliputi infrastruktur teknologi yang terbatas (jaringan tidak stabil, perangkat usang), sumber daya manusia (variabilitas kompetensi, resistensi terhadap perubahan, kurangnya pelatihan/dukungan), serta tantangan geografis dan sumber daya regional yang unik. Strategi pengelolaan yang proaktif seperti advokasi anggaran, koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan, pendekatan personal kepada staf, pemanfaatan "champion teknologi", dan kemitraan strategis, berhasil memitigasi hambatan tersebut, sehingga implementasi RME dapat berjalan meskipun dalam kondisi yang menantang.Referensi
Adler-Milstein, J., & Jha, A. K. (2017). The effect of health information technology on health care costs and quality. JAMA, 317(11), 1127- 1128. [DOI: 10.1001/jama.2017.1382]
Barney, J. (1991). Firm resources and sustained competitive advantage. Journal of Management, 17(1), 99–120. [DOI: 10.1177/014920639101700108]
Boonstra, A., & Van den Broeck, E. (2012). On the critical success factors of information system innovations: A systematic mapping study. Journal of Strategic Information Systems, 21(3), 189-211. [DOI: 10.1016/j.jsis.2012.04.003]
Buntin, M. B., Burke, J. S., Levitt, M. W., & Foster, R. L. (2011). The benefits of health information technology: A review of the literature. Health Affairs, 30(3), 464-471. [DOI: 10.1377/hlthaff.2010.1171]
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319-
[DOI: 10.2307/249008]
Davenport, T. H., & Kalakota, R. (2019). The potential for artificial intelligence in healthcare. Future Healthcare Journal, 6(2), 94-98. [DOI: 10.7861/fhj.2019-0010]
Grant, R. M. (2019). Contemporary strategy analysis (10th ed.). John Wiley & Sons.
Gunnarsdottir, K., Lundgren, L., & Ehnfors, M. (2018). Barriers and facilitators to the implementation of electronic health records: A systematic review and meta-synthesis. Journal of Medical Internet Research, 20(10), e11523. [DOI: 10.2196/11523]
Heifetz, R. A., & Laurie, D. L. (2001). The work of leadership. Harvard Business Review, 79(8), 131-141.
Hidayat, A., & Puspita, E. (2022). Implementasi rekam medis elektronik di fasilitas pelayanan kesehatan: Analisis kendala dan faktor pendukung. Jurnal Informatika Kesehatan, 12(2), 115–128.
Hsiao, C. J., Hing, E., & Wright, L. (2021). Use and characteristics of electronic health record systems among office-based physician practices: United States, 2019. NCHS Data Brief, (398).
Khairat, S., & Shana’a, M. (2022). Strategic management of electronic health records implementation: A systematic review. International Journal of Healthcare Management, 15(4), 325–338. [DOI: 10.1080/20479700.2021.1959352]
Kittler, A. F., Morgan, J. A., & Wager, K. A. (2017). Health informatics: Practical guide and resource (2nd ed.). HIMSS.
Lewin, K. (1947). Frontiers in group dynamics. Human Relations, 1(1), 5-41. [DOI: 10.1177/001872744700100103]
Liaw, S. T., Yan, B., & Liu, C. L. (2017). A review of the challenges and opportunities of implementing electronic health records in primary care. Health Informatics Journal, 23(3), 165-184. [DOI: 10.1177/1460458216633751]
Lorenzi, N. M., & Riley, G. J. (2007). Management issues in implementing electronic health records: Lessons learned from Canada and the United States. Journal of Healthcare Information Management, 21(3), 30–40.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.
Noor, D. A., & Sitorus, M. (2022). Digitalisasi layanan: Tantangan dan peluang dalam administrasi rumah sakit. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 27(3), 103–109.
Nugroho, B., & Wibowo, S. (2022). Tantangan infrastruktur teknologi dalam percepatan implementasi rekam medis elektronik di puskesmas. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 10(1), 45–58.
Porter, M. E. (1980). Competitive strategy: Techniques for analyzing industries and competitors. Free Press.
Prasetyo, D., & Widayanti, A. (2020). Analisis kendala implementasi rekam medis elektronik berbasis standar SNOMED CT di Rumah Sakit
X. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 8(3), 210–225.
Putri, R. W. (2019). Analisis implementasi sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) di RSUD Kota X. Infokes: Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 7(1), 55–67.
Schein, E. H. (2010). Organizational culture and leadership (4th ed.).
Jossey-Bass.
Sørengård, L. H., Grimsgaard, K., & Lund, J. (2021). Barriers and facilitators to the implementation of electronic health records for general practitioners: A systematic review. BMC Medical Informatics and Decision Making, 21(1), 1-14. [DOI: 10.1186/s12911-021-01458-5]
Sutrisno, E., Setiawan, Y., & Rahayu, N. (2021). Rekam medis elektronik sebagai pilar transformasi digital pelayanan kesehatan: Eksplorasi manfaat dan tantangan. Jurnal Informatika Kesehatan, 11(1), 1–10.
Teece, D. J., Pisano, G., & Shuen, A. (1997). Dynamic capabilities and strategic management. Strategic Management Journal, 18(7), 509–
[DOI: 10.1002/(SICI)1097-0266(199707)18:7<509::AID- SMJ880>3.0.CO;2-P]
Topol, E. J. (2019). Deep medicine: How artificial intelligence can make healthcare human again. Basic Books.
Venkatesh, V., Morris, M. G., Davis, G. B., & Davis, F. D. (2003). User acceptance of information technology: Toward a unified view. MIS Quarterly, 27(3), 425-478. [DOI: 10.2307/30036540]
Wijaya, K., & Susanto, B. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi rekam medis elektronik di rumah sakit: Perspektif kualitatif. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 9(2), 150–162.
World Health Organization (WHO). (2019). Global strategy on eHealth.
World Health Organization.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis.









